Di dunia balap mahasiswa internasional Formula Student, persaingan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan mobil di lintasan, tetapi juga oleh kemampuan tim dalam merancang dan mengembangkan teknologi yang inovatif. Salah satu tim yang berhasil menunjukkan prestasi luar biasa adalah eForce Prague Formula Team dari Czech Technical University di Praha, Republik Ceko.
Tim ini terdiri dari mahasiswa dari berbagai bidang teknik, mulai dari teknik mesin, teknik otomotif, teknik dirgantara, hingga desain industri. Kolaborasi berbagai keahlian tersebut memungkinkan mereka menciptakan mobil balap listrik dan otonom yang mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia.
Namun, di balik kesuksesan mereka, ada satu faktor penting yang menjadi kunci utama, yaitu pemanfaatan teknologi simulasi dari Ansys.
Dari Mobil Berbahan Bakar ke Kendaraan Listrik Modern
Pada awal berdirinya, eForce Prague mengembangkan mobil balap berbahan bakar konvensional. Seiring perkembangan teknologi dan tuntutan kompetisi Formula Student, mereka beralih ke kendaraan listrik dan sistem tanpa pengemudi (driverless).
Setiap tahun, tim ini harus merancang mobil baru dari nol. Proses pengembangan dimulai saat musim dingin dengan membuat konsep dan desain kendaraan. Setelah itu, mereka memasuki tahap produksi selama semester berikutnya, di mana sebagian besar komponen dibuat sendiri oleh anggota tim.
Setelah mobil selesai dirakit, mereka melakukan berbagai pengujian sebelum mengikuti kompetisi Formula Student di berbagai negara Eropa.
Pendekatan ini membuat mereka terus berkembang dari tahun ke tahun. Hasilnya sangat membanggakan. Pada tahun 2024, eForce berhasil meraih posisi ketiga kategori kendaraan listrik di Formula Student Germany. Pada tahun 2025, mereka kembali meraih posisi ketiga untuk kategori Driverless. Saat ini, tim eForce masuk dalam peringkat 10 besar dunia Formula Student.
Mengapa Simulasi Sangat Penting?
Membangun mobil balap bukan hanya soal merakit komponen. Setiap bagian harus dirancang dengan sangat presisi agar menghasilkan performa maksimal.
Jika seluruh proses dilakukan melalui pembuatan prototipe fisik, biaya dan waktu yang dibutuhkan akan sangat besar. Oleh karena itu, eForce memanfaatkan teknologi simulasi untuk menguji desain secara virtual sebelum diproduksi.
Dengan simulasi, tim dapat mengetahui bagaimana komponen akan bekerja dalam kondisi nyata tanpa harus membuat banyak prototipe.
Meningkatkan Aerodinamika dan Sistem Pendinginan
Salah satu tantangan terbesar dalam mobil balap adalah mengatur aliran udara.
Tim eForce menggunakan Ansys Fluent untuk menganalisis aerodinamika kendaraan. Software ini membantu mereka memahami bagaimana udara mengalir di sekitar mobil sehingga dapat mengurangi hambatan dan meningkatkan gaya tekan ke bawah (downforce).
Selain itu, Fluent juga digunakan untuk mengoptimalkan sistem pendinginan berbagai komponen penting seperti motor listrik, radiator, dan rem.
Melalui simulasi ini, tim dapat mencoba berbagai desain dengan cepat tanpa harus melakukan pengujian fisik berulang kali.
Membuat Komponen Lebih Ringan dan Kuat
Dalam balapan, bobot kendaraan sangat memengaruhi performa.
Semakin ringan mobil, semakin cepat akselerasinya. Namun komponen tetap harus kuat dan aman.
Untuk mencapai keseimbangan tersebut, eForce menggunakan Ansys Mechanical.
Software ini memungkinkan mereka melakukan optimasi topologi, yaitu proses mencari bentuk komponen paling efisien dengan material seminimal mungkin tanpa mengurangi kekuatannya.
Hasilnya, beberapa komponen penting seperti sistem penggerak dan rem berhasil dibuat lebih ringan tanpa mengorbankan ketahanan.
Mengembangkan Motor Listrik yang Lebih Efisien
Karena menggunakan kendaraan listrik, performa motor menjadi salah satu faktor terpenting.
Tim memanfaatkan Ansys Motor-CAD untuk membuat model termal motor listrik secara detail.
Melalui simulasi ini, mereka dapat mengetahui distribusi panas, kehilangan energi, serta efektivitas sistem pendinginan.
Informasi tersebut membantu tim menentukan desain motor yang lebih efisien, andal, dan tahan terhadap kondisi balap yang ekstrem.
Mempercepat Analisis dengan GPU dan Otomatisasi
Salah satu inovasi menarik yang dilakukan eForce adalah mengembangkan sistem otomatisasi simulasi mereka sendiri.
Sebelumnya, proses simulasi membutuhkan banyak langkah manual, mulai dari mengunggah model hingga mengatur parameter pengujian.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim membuat antarmuka khusus berbasis PyFluent yang memungkinkan simulasi dijalankan hanya dengan beberapa klik.
Mereka juga beralih dari komputasi berbasis CPU ke GPU yang jauh lebih cepat.
Jika sebelumnya satu simulasi membutuhkan waktu sekitar tujuh jam, kini hanya memerlukan sekitar dua jam saja.
Peningkatan kecepatan ini memungkinkan tim melakukan lebih banyak eksperimen dan pengembangan dalam waktu yang sama.
Kolaborasi yang Membantu Kesuksesan
Kesuksesan eForce juga didukung oleh kerja sama dengan TechSoft, mitra resmi Ansys.
Melalui kolaborasi ini, tim mendapatkan pendampingan teknis, pelatihan, serta bantuan dalam menyelesaikan berbagai tantangan simulasi yang kompleks.
Berkat dukungan tersebut, mereka berhasil mengurangi bobot sistem penggerak hingga 15% tanpa mengurangi performa maupun keamanan kendaraan.
Mempersiapkan Teknologi Masa Depan
Ke depan, eForce tidak berhenti berinovasi.
Mereka berencana mengembangkan motor listrik rancangan sendiri menggunakan simulasi elektromagnetik yang lebih canggih.
Selain itu, mereka juga ingin meningkatkan keandalan papan sirkuit elektronik (PCB), mengoptimalkan sistem pelumasan gearbox, serta mempercepat proses simulasi melalui otomatisasi yang lebih pintar.
Semua upaya ini menunjukkan bahwa simulasi bukan hanya alat bantu desain, tetapi telah menjadi fondasi utama dalam pengembangan kendaraan balap modern.
Kesimpulan
Kisah eForce Prague menunjukkan bagaimana teknologi simulasi dapat mengubah cara sebuah tim merancang dan membangun kendaraan balap.
Dengan memanfaatkan solusi Ansys, mereka mampu mempercepat proses pengembangan, mengurangi biaya prototipe, meningkatkan performa kendaraan, serta menghasilkan inovasi yang kompetitif di tingkat dunia.
Bagi mahasiswa teknik maupun perusahaan otomotif, pengalaman eForce menjadi bukti bahwa simulasi digital bukan lagi teknologi masa depan, melainkan kebutuhan penting untuk menciptakan produk yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih inovatif.
ansys Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi ansys.
Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
